Sepeda adalah Transportasi Utama

on Monday, October 7, 2019
Sepeda pertama saya: beli kucing dalam karung
Hal pertama yang harus dimiliki oleh orang yang baru saja datang ke Groningen adalah Sepeda
Simply karena sepeda adalah alat transportasi utama di kota ini
Seluruh fasilitas yang ada di kota ini sangat menunjang untuk bersepeda
Jalanan khusus sepeda, parkiran sepeda, dan segala hal yang berkaitan dengan sepeda ada disini

Wajar jika jumlah sepeda di kota ini mungkin lebih banyak dari jumlah orangnya sendiri
Ya contohnya saja saya sendiri punya 3 buah sepeda
Belum orang lain yang tentu bisa punya lebih banyak dari itu
Orang yang tidak punya sepeda atau tidak bisa bersepeda tentunya sangat kecil sekali
Prosentasenya di kota yang begitu memanjakan pesepeda ini
 Sebuah parkiran sepeda yang tertata rapi di Stasiun Amsterdam Amstel

Belum lagi kontur negara Belanda sendiri yang begitu landai
Kayaknya sulit menemukan bukit di negara ini, semua terlihat datar-datar saja
Kalau mau lihat bukit dan pegunungan, kita harus menyeberang dulu ke Belgia
Sungguh terlalu ya, Belanda itu datar terus
Nah, jadilah warga Belanda banyak sekali yang bersepeda

Sepeda pertama saya sih seperti beli kucing dalam karung
Saya beli paketan dari pemilik rumah yang lama
Dan kondisinya memprihatikan sekali, rem pun hampir tak bisa berfungsi
Tapi tetap saja, sepeda ini sungguh sangat berguna sekali bagi saya
Dalam menghadapi hari-hari pertama kami di Belanda
Parkiran sepeda di dekat Restaurant Foodspot Groningen

Efek snowball-nya ya harga sepeda disini begitu tinggi
Bahkan tingkat pencurian sepedanya tergolong tinggi sekali disini
Jadi ya, kalau bilang negara ini aman ya nggak semuanya benar
Mereka akan mencuri juga sih kalau ada kesempatan
Tapi, dibanding negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Prancis, Belgia
Bisa dibilang Belanda jauh lebih aman
Contohnya saja sepeda Wiwik hilang saat diparkir di parkiran depan Apartemen
Ternyata sepeda yang biasa saja pun banyak peminatnya
Konon katanya sih sepeda itu akan dibawa ke Romania gitu
Entah saya kurang meyakini kebenaran berita itu
Yang jelas, sepeda itu begitu menjadi primadona di Belanda
Sepeda dan tas kerja saya: dua barang esensial untuk menyambung hidup

Bahkan profesi saya pun tidak jauh-jauh dari sepeda
Awalnya saya berpikiran kalau kerja sebagai montir sepeda di bengkel sepeda oke kali ya
Namun ternyata ada peluang yang lebih menarik
Memanfaatkan kemajuan teknologi dalam hal sharing bisnis
Saya pun mulai mendaftar untuk menjadi kuris Uber Eats
Per hari-nya saya minimal bisa menghabiskan jarak 30 Km
Lumayan, agar dapur tetap ngebul dan nggak ngirit-ngirit amat di negeri orang

Mungkin cerita saya tentang pekerjaan saya sebagai kurir Uber Eats akan saya share
Ditulisan berikutnya
Karena kalau nulis disini, sepertinya kurang maksimal untuk cerita panjang lebar

#BBPH5


Sekolah Anak

Ifa berangkat ke sekolah

 Sesuatu yang membuat saya begitu terkesan dengan Belanda adalah Sekolah
Sekolah digratiskan bagi semua orang yang tinggal di Belanda dengan status resmi
Buktinya, waktu saya membawa Ifa ke sebuah sekolah di dekat rumah
Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk memberikan lampu hijau agar Ifa bisa sekolah
Padahal saya kesana tidak membawa berkas apa-apa
Paling-paling saya bawa paspor kami saja

Nggak perlu bawa akta lahir
Nggak perlu bawa uang masuk
Bahkan dokumen Resident Permint atau disebut Verblijf belum jadi
Tetap saja besoknya Ifa sudah bisa sekolah
Alhamdulillah pas waktunya saat itu kami datang pas hari pertama sekolah setelah liburan musim panas
Jadi Ifa sudah bisa mulai sekolah pada hari kedua-nya
Sangat dimudahkan
Mainan yang wajib dikunjungi sebelum masuk kelas dan setelah keluar kelas: Ayunan

Sekolahnya Ifa namanya Bishop Bekkersschool, a Roman Chatholic School
Ya memang sih sekolah katolik, tapi setidaknya Ifa sudah punya banyak teman Indonesia disana
Banyak anak-anak Indonesia sepantarannya yang sekolah disana, Alhamdulillah
Jadi, nggak kagok-kagok banget lah
Apalagi di sekolah full menggunakan bahasa Belanda
Gurunya nggak mau pakai bahasa Inggris kalau ngomong ke siswa
Mereka baru mau ngomong bahasa Inggris ke orang tua murid
Istilahnya, si anak dijorokin untuk bisa bahasa Belanda

Awal-awalnya Ifa sempat bingung dan cenderung pendiam
padahal sehari-hari mah kalau di rumah kan cerewet banget
Ya setidaknya masih ada Dinara, teman sekelas Ifa yang juga anak Indonesia
Pas Istirahat bisa main juga sama Runa, Mimi, Rifat, bahkan ada Adam dan Ayub
yang meski nggak bisa bahasa Indonesia, tapi ibu mereka orang Indonesia (yang besar lahir di Belanda)
Belakangan muncul Aliqa dan Owi yang nyusul sekolah beberapa bulan kemudian

Sempat surprised ketika tau kalau Ifa dalam beberapa hari bisa jempalitan
Apa ya nama permainannya, nanti saya sertakan fotonya deh biar nggak salah tangkap

Juga hal yang menjadi perhatian saya adalah ketika tau kalau kemampuan gambarnya
sangat-sangat meningkat pesat setelah sekolah di Bishop Bekkers
Kemudian belakangan saya tau bahwa Ifa juga suka menyanyi dan menari
disamping itu kemampuan berhitungnya juga lebih cepat dari yang saya kira
yang ini tentu bukan nurun dari bapaknya sih, haha
Ifa tampil di depan, sedang ulang tahun
Yah sayangnya kami disana hanya setahun saja, sehingga kemampuan bahasa Belanda Ifa
Masih belum terlalu terasah, mungkin jika ditambah setahun lagi maka akan makin fasih
Sungguh sesuatu hal yang sulit dilestarikan, belajar bahasa Belanda itu agak susah ditemui
saya browsing di Internet yang paling kondang ya Erasmus di Rasuna Said
Lalu ada pilihan private dengan biaya premium, hehe
Ifa dan teman-teman Indonesianya di sekolah
Oh ya, Ifa di Belanda masuk Grup 2 yang setara dengan TK B di Indonesia
Sekolah Dasar di Belanda kan mulai dari umur 4 Tahun hingga grup 8 di Basis School
Di akhir masa sekolah diberitahukan bahwa Ifa naik ke Grup 3 namun sayangnya Ifa
belum bisa nyicip di Grup 3 karena sudah keburu kembali ke Indonesia
Di Indonesia (Bekasi) kami coba daftar ke sekolah dasar yang dekat dengan rumah
ternyata semua kuotanya Full sehingga terpaksa Ifa mengulang ke TK B (Grup 2) lagi
Iya lah, biar puas main-mainnya di TK ya nduk :D

#BBPH4


Solusi Beasiswa Minimalis adalah Berhemat

on Wednesday, September 11, 2019





Hal terakhir yang saya sampaikan dalam tulisan kedua saya tentang
Pengalaman hidup adalah keuangan
Saat ini saya berbicara dalam konteks kehidupan di Belanda, khususnya Groningen
Dimana kita berbicara bahwa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah
Adalah tidak layak, sudah menjadi tugas kita untuk memperbaikinya
Memperbaiki kesejahteraan para penerima beasiswa

Lalu selagi hal itu belum dapat, apa yang harus kita lakukan?
Berhemat adalah cara ter’logis’ bagi para penerima beasiswa dan keluarga
Bukan hal yang mudah memang, tapi mesti dilakukan

Kita keluar negeri mau apa? Saya sampai harus Cuti Diluar Tanggungan Negara (CLTN)
Untuk mendampingi istri kuliah, banyak yang lain harus resign pula
Tentu agar terus bisa bersama keluarga
Saya mendampingi istri karena tahu rasanya meninggalkan anak selama setahun
Pedih rasanya. Lalu saya harus membiarkan ia ditinggal ibunya selama setahun juga?
Tentu tidak, saya harus ambil cuti

Lalu dengan beasiswa untuk satu orang dan dipakai tiga orang
Berhemat adalah cara ter’logis’ bagi kami
Pilihan yang harus dilakukan adalah masak sendiri dan sebisa mungkin tidak jajan diluar
Meski sesekali boleh saja jajan, tapi sangat-sangat jarang dilakukan
Kalau sisa uangnya bisa dipakai untuk jalan-jalan atau beli oleh-oleh

Berhemat maka kita tau dimana toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari
Minimarket terkadang tidak menjual semua yang kita butuhkan seperti daging halal
Bumbu-bumbu indonesia, tempe, tahu, ikan dan masih banyak lagi
Maka toko halal dan oriental (ya kebetulan tokonya namanya juga oriental)
Adalah yang paling sering kami (atau lebih sering saya sendiri) kunjungi

Belanda lebih mudah mencari bumbu-bumbu indonesia ketimbang di Inggris
Bahkan barang seperti kerupuk palembang, tolak angin, dan minyak tawon pun
Nangkring di rak toko oriental dengan rapinya
Oh iya, ada juga toko melati yang lebih indonesia karena dari namanya aja
‘Toko Melati’ yang merupakan milik orang indonesia yang menikah dengan orang belanda
Kombinasi toko Melati dan Oriental adalah komposisi pas bagi warga Indonesia di Groningen
Sungguh, kami nggak rindu-rindu amat masakan Indonesia
Karena bisa bikin sendiri di Groningen (yang bikin Wiwik bukan saya, hihi)

Sedangkan toko Halal tetap ada meski saya yakin lebih banyak pilihan di Inggris ketimbang Belanda
Karena populasi Muslim di Inggris jauh lebih banyak ketimbang Belanda
Namun masih tetap ada dan bisa dijangkau dari rumah dengan relatif dekat
Alhamdulillah, terima kasih kepada para Muslim yang merantau di negara-negara eropa
Terkhusus warga Turki sedunia yang membuka toko halal dan resto halal
Meskipun menu kalian itu mbosenin ya, tapi tetap pemadam kelaparan bagi muslim lainnya

Jadi, selagi masih bertumpu pada beasiswa wiwik, pilihan kami adalah berhemat dengan ketat
Jika tak mau untuk bobol tabungan atau aset kami di Indonesia
(Yang jumlahnya tak seberapa itu)
Meskipun akhirnya pada bulan ke enam (telat banget)
Kami akhirnya bisa sedikit bernafas karena saya sudah mulai bekerja
Kerja apa itu? Di episode berikutnya saya akan coba sampaikan

Baiklah teman, segitu dulu tulisannya
Semoga bermanfaat

#BBPH3