Outfit Bebas

on Monday, September 4, 2017


Di sela sela per-dissertasi-an ini
Izinkan saya untuk menulis sedikit saja

Ternyata kebiasaan nulis dan kesenangannya
Tak bisa saya kikis begitu saja

Saya mau berbagi cerita ketika
Saya akhirnya memutuskan untuk kuliah lagi
Kuliah memang bukan pengalaman yang
Cukup menyenangkan bagi saya (sebelumnya)

Tapi akhirnya saya membulatkan tekad untuk kuliah juga
Sembilan tahun kerja ternyata membuat saya
Rindu juga untuk merasakan kembali tantangan kuliah
Meski saya akui kuliah di UK terutama program master setahun itu
Padat sekali jadwalnya, apalagi program yang saya ambil:MBA
Program yang memang dikenal yang paling menantang

Sebagai gambaran bahwa MBA itu kredit dalam setiap mata pelajaran itu kecil
Dibandingkan dengan rekan-rekan lainnya (sesama kuliah di kampus yg sama)
Di MBA kredit maksimal tiap mata kuliah adalah 10
Bahkan ada yang mata kuliahnya hanya 5 kredit (dengan porsi tugas yang sama)
Teman saya banyak yang kreditnya 15 atau bahkan 20
Ini tentu saja berdampak bagi jumlah pelajaran dan jumlah tugas
Yang lebih banyak tentunya (kalo menurut saya sih jauh lebih banyak)

Banyak pelajaran dari kuliah kali ini
Tapi saya sebut satu aja dulu: kebebasan berpakaian
Bukan, saya bukan mau buka bukaan
Tapi lebih pada pilihan berpakaian yang nggak harus kemeja dan sepatu kerja
Saya suka pakai kaos dan sepatu olahraga
Jadinya itulah outfit yang paling sering saya pakai

Dengan berkaos dan sepatu olahraga
Saya merasa lebih bebas bergerak
Kaos pun nyaris nggak ada yang saya setrika (time consuming banget)
Sedang sepatu olahraga bagus buat kaki saya agar bisa bergerak lebih jauh
Jalan kaki jadi lebih nyaman

Ternyata hal yang sepele menurut orang
Begitu berarti bagi saya ya
Oh iya, saya disini juga agak manjangin rambut
Kapan lagi bisa manjangin rambut, ya kan?

*foto diatas adalah contoh outfit saya di hari terakhir kuliah
kaos bola sepatu olahraga dan rambut yang sudah agak panjang









Saatnya beralih ke Cloud Computing

on Tuesday, December 27, 2016


Hari berlalu begitu cepat
Namun ternyata sangat sulit menjaga ritme belajar itu
Ah sudah lah
Biar singkat mari membahas yang lain dulu
Sebelum berlanjut ke belajar eh ngerjain assignment yang ada 6 itu

Media penyimpan data memang begitu cepat sekali pertumbuhannya
Baru beberapa bulan lalu, menyengaja saya di Jakarta membeli sebuah hard disk
Berkekuatan 1 Terrabyte, insya Allah cukup untuk menyimpan data kuliah saya selama
Berkuliah di negaranya Alan Shearer ini

Tapi tak di nyana tak di duga
Ternyata melihat rekan-rekan saya tak terbiasa dengan memegang flash disk
Apalagi sebuah hard disk drive portable
Saya akhirnya ikut pula kebiasaan mereka : mengunggah data di awan
Cloud computing kata orang



gambar

Ya memang bagi orang yang terbiasa gonta ganti device untuk melakukan ini itu
Sangat nyaman sekali menggunakan cloud computing
Misal saya unduh materi kuliah di laptop, kemudian di kelas saya bisa buka lewat tablet
Mudah sekali

Dimana-mana device kita terhubung dengan jaringan wifi
Di rumah, kami berlangganan internet yang lebih dari cukup untuk menunjang kegiatan saya
Di kampus, jaringan wifi pun tersedia di setiap sudutnya
Memanjakan sekali bagi pengguna cloud computing

Saya pun jarang sekali mencetak materi kuliah Karena saya lebih nyaman membacanya
Di layer tablet saya, jatah cetak saya sisakan untuk yang lebih penting
Syukur kalua masih cukup untuk mencetak dissertasi nantinya
Saya terapkan skala prioritas untuk menghemat pengeluaran
Dibalik jargon “go green” yang begitu populer di dunia ini
Lain dengan cloud computing, soal cetak mencetak, mayoritas teman kuliah saya malah
Mereka sukanya mencetak materi kuliah
Uh, boros dan nggak praktis batin saya, ada kemungkinan hilang pula kalua kita teledor menyimpannya

Kembali ke masalah cloud computing, saya mulai melihat-lihat paket cloud computing
Saya mulai bandingkan satu per satu mulai dari yang terkenal macam google drive, drop box
Hingga yang sedikit terkenal macam OneDrive-nya Microsoft dan amazon drive-nya amazon
Ternyata yang paling mudah di sinkronisasi dengan device kita adalah OneDrive namun soal harga
Lebih bersahabat google drive dan amazon

Hingga kini saya belum menentukan pilihan mana yang ingin saya beli paket bulanannya
Mungkin diantara OneDrive, google drive atau amazon
Yang terakhir ini malah kapasitasnya unlimited
Wow sekali kan?
Tapi saya belum bisa memilihnya Karena masalah sinkronisasi
Nyaman sekali pakai OneDrive kalau sedang nulis di office
Hingga kini, harddisk 1 Tb saya belum saya isi apa-apa

Mungkin sesekali akan saya isi dengan file ukuran besar dan sangat penting
Tapi untuk kerjaan saya (kuliah) saya masih mengandalkan cloud plus penyimpanan default di laptop
Yang terakhir harus sangat hati-hati mengingat SSD di laptop kapasitasnya sangat terbatas

Sekian reportase dari saya
Salam cloud computing



Sandal Aliran Kiri

on Monday, November 14, 2016


Jadi ceritanya saya kemarin beli sandal untuk yang ke dua tiga kalinya
Selama berada di kota angin ini
Kenapa banyak banget?
Ya karena memang saya butuh untuk keperluan ke kamar mandi
Yang pertama mungkin tragedi karena kurangnya pengalaman

Nah yang ketiga saya beli ditempat yang sama dengan beli di tempat kedua
Harganya berapa? ya harganya memang cukup wow ya, £2.99
Beda banget kan dengan harga di indonesia? apalagi di Klaten
dengan uang Rp 7000 yang artinya 50 Pence bisa beli sendal jepit yang nyaman banget

Nah ini beli sendal ketiga ceritanya sudah tau reputasi toko itu
toko halal di wilayah namanya Fenham, pinggiran Newcastle
dengan harga segitu tadi di kampus saya buka dong sendal baru ala-ala swallownya
ternyata yang keluar sebelah kiri doang dua-duanya
waduh terpaksa tadi ambil wudhu sholat Dzuhur, Ashar dan Maghrib pake itu
sendal yang kiri semua



karena reputasinya, saya takut juga malah dimarahi sama sang penjual
wah banyakin doa aja lah, £2.99 itu lumayan banget, bisa beli Pizza di Antep
beli Chips bisa dapet dua pula..

Jadi saya pulang dulu tadi untuk ambil kuitansi
lalu bawa itu sendal yang kiri semua
semoga aja boleh nuker dengan yang kanan
Bismillah, saya terus komat kamit doa agar dilembutkan hati si pemilik toko

agak nge-per juga tadi pas parkirin kendaraan sepeda
ternyata yang jaga kasir bapaknya, aduh kok doi sih?
kemarin yang layanin lebih muda, mungkin anaknya
yasudah lah, Bismillah aja coba dulu

begitu masuk, ternyata si yang lebih muda diduga anaknya ada di depan bapaknya
ternyata beliau ramah banget sob, langsung disuruh ambil yang baru
saya inget betul kalo itu produk terakhir mereka, makanya
waktu dibilang "kamu ambil yang baru dan ini tetap buat kamu"
sambil nunjuk ke si sendal kiri semua itu
lha buat paan juga mas sendal kiri semua?

yah akhirnya saya ambil satu bagian kanan di rak sandal
ternyata ya tinggal satu
Alhamdulillah, "mas ini sebelah kiri satunya saya tinggal aja"
akhirnya besok dikampus bisa wudhu pakai sendal jepit yang pas
kanan kirinya ada

sendal aja pasangan, masak kamu nggak mblo?
we malah ngeledekin si jomblo

jadi intinya adalah
bahwa prasangka itu memang tidak baik
lho tapi baik juga bikin saya tadi komat kamit doa biar dilembutkan hati sih pemilik toko
dan tidak seperti yang diduga bahwa ternyata anaknya pemilik toko najeb
luar biasa ramah kepada pelanggan aliran kiri kayak saya